Piala Presiden 2015

Bobotoh Siap Serbu GBK

Selasa, 13 Oktober 2015 10:21 WIB
Kontributor: Ginanjar | Editor: Gema Trisna Yudha
 Copyright:

Bagi Viking Persib Club (VPC), pemilihan GBK sebagai tempat penyelenggaraan final Piala Presiden yang mempertemukan Persib Bandung dengan Sriwijaya FC justru memudahkan para pendukung. Sebab GBK terbilang mudah dijangkau dengan jarak tempuh cukup dekat.

"Kalau di Jakarta (GBK) lebih enak. Durasi perjalanan hanya dua sampai tiga jam. Bobotoh dari Tangerang, Depok, Bogor, Bekasi, dan seluruh Indonesia pasti datang," ujar salah satu pentolan VPC, Yana Umar saat ditemui di Stadion Persib (Sidolig), Ahmad Yani, Bandung.

Artinya, tidak hanya dari bobotoh asal Bandung saja, melainkan dari berbagai daerah pun akan hadir, termasuk bobotoh yang berada di Jakarta.

Dari awal, Yana mengatakan para bobotoh siap mendukung, dimanapun tim idolanya bertanding. Apalagi di laga nanti Persib Bandung akan memperebutkan tahta juara turnamen Piala Presiden 2015.

"Saya siap di mana saja asal jangan di Singapura saja. Selama di Indonesia saya siap, kalaupun dipindah ke kanjuruhan juga saya siap," tegasnya.

Mengenai penolakan suporter Persija Jakarta, yaitu The Jakmania, yang melarang laga final digelar di GBK, Yana menilai stadion tersebut bukan milik The Jakmania. Menurutnya, tim manapun seharusnya diperbolehkan untuk bertanding di arena tersebut.

"Apa alasan the Jack menolak? GBK milik Indonesia. Kalau maen di Menteng atau di Lebak Bulus bolehlah mereka menolak. Inikan kita mau maen di GBK stadion milik warga Indonesia," katanya.

Namun apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, Yana berharap Mahaka Sports and Entertainment selalu penyelenggara dan Polri tidak melepaskan tanggung jawab sebagai pihak penentu tempat final digelar.

"Kalau ada apa-apa, tanggung jawab Mahaka dan Polri. Kami ikuti aja keputusan soal venue, kalaupun di Bali, bobotoh juga bisa banyak karena ini final. Kalau ada apa-apa tanggung jawab kepolisian. Jangan lepaskan diri dari tanggung jawab," pungkasnya.

1.1K