Sekolah sepak bola The Gunners, Hale End Academy, dinilai tak lagi memperhatikan kelanjutan masa depan para pemain muda yang membayar mahal untuk bisa bermain di tim senior. Selain itu, sebagaimana dilaporkan Daily Mail, para orang tua murid pun mengeluhkan kualitas pembinaan dan kurangnya waktu bermain yang diberikan untuk buah hati mereka.
Metode pembinaan pelatih Hale End Academy, Andries Jonker, Frans de Kat, dan Jan van Loon pun dicap berseberangan dengan prinsip utama akademi sepak bola tersebut. Pihak The Gunners pun telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah ini, mereka berjanji untuk segera memperbaiki struktur di Hale End.
Selama bertahun-tahun, akademi sepak bola Arsenal dioperasikan untuk merekrut para pemuda, dengan mengandalkan nama dan reputasi Wenger di seluruh dunia. Hale End pun sukses menjaring bakat-bakat baru.
Untuk tetap bisa bersaing di empat besar Liga Primer, ditambah lagi trategi perekrutan agresif pemain di klub lawan seperti Manchester United dan Manchester City, ditambah Tottenham, Liverpool dan Chelsea, Wenger memang harus fokus pada tim senior.
Arsenal harus memperbaiki strategi perekrutan dan pembinaan inti mereka terlebih dahulu, setelah itu baru mereka dapat fokus untuk membimbing generasi berikutnya.