Melalui akun twitter resmi Jakmania, @JakOnline mengungkapkan kekecewaanya terhadap komitmen yang diberikan kepolisian. Akibat pihak kepolisian yang tidak menepati janji, manajemen kantor Persija terpaksa mencopot logo Persija demi menjaga keamanan.
Sebelumnya pihak polisi menjanjikan akan mendirikan pos yang berada di depan kantor Persija, namun setelah ditunggu hingga pukul 7 malam, satu orang polisi tidak terlihat bertugas mengamankan lokasi.
Para Jakmania menuntut pihak kepolisian dan pihak-pihak yang bertanggung jawab segera menjalankan komitmen yang telah mereka janjikan. Mereka merasa cukup sakit hati saat logo Persija dicopot. Hal ini dianggap berkaitan dengan identitas Persija.
Selain merasa identitasnya dilukai, The Jakmania juga anggap perlakuan polisi yang pilih kasih. Mereka lebih memntingkan keamanan Bobotoh, namun tidak memperdulikan keamanan kantor Persija.