Tak kurang dari tiga truk mengakut para perusuh untuk dikumpulkan di Gedung Direktorat Sabhara Polda Metro Jaya. Beberapa di antaranya sudah didatakan. Mereka dapat dibebaskan jika dijemput oleh orang tua mereka.
Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian menyebut pelaku kericuhan jelang final Piala Presiden bukanlah suporter Persija Jakarta (Jakmania).
"Dua hari terakhir ada beberapa insiden kecil, tapi kami yakin itu bukan dari teman-teman Jakmania. Tapi banyak kelompok anak muda usia tanggung geng motor yang mengatasnamakan," kata Tito.
Menurutnya, sekelas The Jakmania tidak akan melakukan aksi anarkis. Apalagi, Ketua Umum The Jakmania Achmad Richard telah bertemu dengan pihak Kepolisian, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.
Puluhan orangtua yang dihubungi para anak-anaknya sudah datang ke Polda Metro Jaya. Orangtua dan anak-anak ini menulis surat pernyataan, sebelum akhirnya dibebaskan, bagi yang tidak terbukti.

Setelah diberi penjelasan oleh pihak kepolisian, para orang tua diminta menuliskan surat jaminan untuk anaknya. Surat tersebut berisi komitmen orang tua untuk membawa anak mereka pulang ke rumah dan memastikannya tidak kembali berbuat onar terkait gelaran Piala Presiden.
“Bayangkan kita tangkap nangis. Usianya belasan tahun mereka enggak ngerti apa-apa. Mereka hanya tahu dapat SMS saja. Mereka enggak ngerti. Mereka enggak ngerti bagaimana pentingnya pertandingan ini untuk Persija ke depan," ujar Tito.