Sekjen Jakmania Ditangkap, Ini Komentar Ahok

Senin, 19 Oktober 2015 15:44 WIB
Editor: Irfan Fikri
 Copyright:

Menurut Ahok, sapaan akrabnya, momen Piala Presiden seharusnya menjadi ajang pesta bersama suporter Indonesia, terlebih Ibukota Jakarta terpilih menjadi penyelenggara partai final.

"Yang penting sekarang yang jadi masalah tuh justru di Jakmania sebetulnya. Harusnya ‘kan Ibu Kota kalau ada turnamen (Piala Presiden) seperti ini menjadi sesuatu hal pesta yang menyenangkan. Ini malahan kita diancam," ujar Ahok kepada Detik.Momen Piala Presiden 2015 di menangkan oleh Persib Bandung atas Sriwijaya FC dengan skor 2-0.

Terkait tertangkapnya Sekjen Jakmania, Ahok mengakui jika garis koordinasi dalam kelompok suporter Persija Jakarta tak utuh layaknya organisasi modern lainnya yang ada.

"Persoalan kita apa. Kita ngomong jujur juga, memangnya Jakmania ketumnya dipilih rakyat kayak partai? Enggak juga kan. Nah bisa enggak dia kontrol anak buahnya? Enggak bisa," jelas ia.

"Jakmania sebetulnya ketua umum juga bukan dipilih dari Jakmania. Semua orang bisa ngaku Jakmania. Aku juga begitu pakai baju kaos (jersey) juga sudah Jakmania," tegas Ahok.

Ahok juga telah meminta nama-nama pelajar yang sempat diamankan polisi saat laga final kemarin untuk diberi sanksi. Dirinya menegaskan perlu memberi hukuman yang dapat mendidik mereka agar tidak mengulangi kesalahan yang sama di kemudian hari.

"Saya minta nama-nama dari polisi, sekolahnya di mana anak-anak itu, panggil orang tuanya. Kalau ada KJP, kita cabut KJP-nya supaya dikasih pelajaran. Kita bukan enggak berbelas kasihan, kita tuh seperti orang tua kepada anak," tutup ia.

Sebelumnya Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti membenarkan adanya penangkapan pada Febrianto tersebut.

"Telah diamankan seorang yang mengaku bernama Febrianto (37), jabatan Sekjen Jakmania. Dia mengaku berprofesi sebagai wartawan media online. Untuk detailnya silakan tanya ke Kabid Humas," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna saat dikonfirmasi wartawan,  

Informasi yang dihimpun, pelaku ditangkap tim gabungan dari Ditreskrimum dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pada pukul 20.00 WIB Minggu (18/10) malam di pos Gang Mushola, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Modus operandi yang dilakukan pelaku yaitu menyebarkan berita yang berisi provokasi melalui postingan di Twitter dengan akun @bung_febri. Krishna menyebut, akun tersebut mencuit tulisan di Twitter pada tanggal 11 Oktober 2015. Tulisannya yakni 'final Piala Presiden di GBK takkan ada apa-apa, mungkin anda bisa menyusul kawan anda rangga #tolakpersibmaindiijakarta'.

580