Sebelum dijatuhi hukuman denda terkait pengibarkan bendera dan simbol Catalan saat bertandang ke markas Bayer Leverkusen pada September lalu, Barcelona juga pernah mengalami hukuman yang sama pada saat final Liga Champions 2014/2015 di Berlin. Saat itu, Barca dijatuhi denda sebesar 30 ribu euro.
Untuk kedua kalinya, UEFA menjatuhkan hukuman untuk klub asal Spanyol tersebut terkait masalah yang sama. Federasi sepakbola Eropa itu menganggap jika Barca telah melanggar pasal 16 (ayat 2) poin (e), yang menyatakan pelanggaran dalam penggunaan gerak tubuh, kata-kata, benda atau cara lain dalam menyampaikan pesan yang tidak ada kaitannya dengan sepakbola.
Jika menelaah pasal tersebut secara lebih dalam, Blaugrana telah dianggap menyampaikan pesan yang berbau politik dan provokatif.
Atas hukuman tersebut, Jordi Mestre selaku wakil Presiden Barcelona, akan mengajukan banding terkait denda sebesar 40 ribu euro yang dijatuhkan UEFA untuk kedua kalinya.
"Kami akan mengajukan banding ke UEFA, ke pengadilan arbitrase olahraga [Cas], jika perlu ke pengadilan umum Swiss, dan jika diperlukan, kita akan pergi ke Strasbourg," kata Mestre, dikutip The Guardian.
"Kami akan terus membela kepentingan klub dan kami akan melihat apa yang terjadi. Kami tidak bahagia. Kami akan mengikuti proses yang ditetapkan oleh UEFA. Kami tidak akan berperang tapi membela kepentingan klub. Kami tidak mungkin membatasi kebebasan rakyat untuk berekspresi,” tandasnya.