Mengutip laman Science of Soccder, faktanya, cedera hamstring lebih sering diderita para perempuan. Potensi perempuan mengalami cedera hamstring lebih besar 5 hingga 8 kali dibanding para pria. Selama 20 tahun terakhir, para dokter dan peneliti telah berusaha untuk menemukan cara untuk mengatasi cedera tersebut serta cara-cara untuk mengurangi risiko terjadinya cedera hamstring.
Faktor utama yang menyebabkan lutut rentan diterpa cedera hamstring ialah lemahnya bagian paha belakang. Sebuah studi baru juga menunjukan jika otot hamstring yang melemah akibat kelelahan, hal tersebut akan meningkatkan tingkat stress saat tengah menendang atau memotong arus bola.
Penelitian baru untuk membuktikan penyebab cedera hamstring terjadi dilakukan dengan menguji 17 perempuan aktif untuk melakukan serangkaian manuver dan gerakan memotong bola sebelum dan setelah menjalani pertarungan.
Untuk manuver pemotongan arus bola, mereka diminta untuk berlari dan menggunakankaki kanan mereka dan memotong bola dari samping pada sudut 45 derajat. Hal ini dilakukan beberapa kali.
Setelah putaran pertama uji coba, subyek melakukan serangkaian kontraksi hamstring yang sengaja dirancang untuk meningkatkan kelelahan dan mengurangi kekuatan hamstring.
Uji coba tersebut membuktikan bahwa ketika pemain mengeksekusi gerakan hindaran, memotong manuver dalam kondisi lelah, otot hamstring yang melemah dapat mengakibatkan beban yang lebih besar berada pada lutut. Peningkatan beban ini meningkatkan terjadinya cedera hamstring, seperti ligamen pecah atau robek.