Dalam tempo permainan yang cenderung lambat, Juventus dapat mengurung tamunya di babak pertama. Bianconeri pun lebih banyak mengandalkan serangan melalui lebar lapangan yang kemudian mengirimkannya kembali ke sisi tengah lapangan.
Cara permain Juventus ini pun terlihat efektif di babak pertama. Mereka berhasil memaksa tamunya untuk terus bertahan dengan berharap pada serangan balik.
Setelah melakukan enam tembakan ke gawang Atalanta, Juventus pun akhirnya mampu memecah kebuntuannya melalui sepakan dari luar kotak penalti yang dilepas Paulo Dybala pada menit 28.
Setelah unggul, Juventus masih tetap bermain dengan tempo yang sama. Namun, pada menit ke-36 Si Nyonya Tua harus menarik Roberto Pereyra yang mengalami cedera. Dalam perganitan tersebut Juventus memasukan pemain mereka yang telah lama absen, yaitu Kwadwo Asamoah.
Hingga babak pertama usai, kedua tim belum mampu merubah skor pertandingan.
Di awal babak kedua Juventus masih menampilkan gaya bermain yang sama seperti babak pertama. Hal itu pun kembali berbuah hasil. Tim besutan Allegri berhasil menggandakan keunggulan mereka pada menit 49 melalui gol Mario Mandzukic setelah menerima umpan dari Dybala.
Setelah tertinggal dua gol, tim tamu mencoba untuk keluar menyerang. Akan tetapi, upaya Atalanta masih sering terhenti di daerah sepertiga lapangan.
Di menit 78, tim tamu harus bermain 10 pemain setelah Rafael Toloi menjegal Dybala di kotak penalti. Insiden itu pun menjadi kesempatan besar Juventus untuk memperbesar keunggulan.
Namun, penalti yang didapat tim tamu tidak dapat dieksekusi dengan baik oleh Paul Pogba. Skor 2-0 pun terus bertahan hingga akhir untuk kemenangan tim tuan rumah.