Juru bicara Tokyo Sexwale mengatakan, “Dia adalah calon dari Afrika Selatan dan kami berharap dia akan didukung semua orang Afrika,” sebagaimana dilansir Sky Sport
Sexwale tidak sendiri menjadi kandidat presiden FIFA, sudah ada empat orang lainnya yakni Presiden UEFA, Michael Platini, yang kemungkinan gagal dikarenakan sedang menjalani penyelidikan mengenai kode etik.
Kemudian ada Pangeran Ali bin al-Hussein dari Yordania, mantan pejabat FIFA, Jerome Champagne dari Trinidad dan David Nakhid dari Tobago.
Sexwale merupakan mantan tahanan politik yang pernah dipenjara di Pulau Robben bersama Neslon Mandela selama masa apartheid.
Dia kemudian menjabat sebagai menteri kabinet Afrika Selatan dan saat ini menjadi penasehat anti-rasisme FIFA . Pria 62 tahun ini adalah juga seorang pengusaha multi-jutawan.
Sexwale baru-baru ini ditunjuk sebagai ketua komite pemantauan FIFA untuk Israel dan Palestina . Asosiasi Sepakbola Afrika Selatan mengatakan pihaknya mendukung Sexwale sebagai kandidat