Kurnia dilahirkan pada 24 Agustus 1975 di ibukota Jawa Tengah, Semarang. Pria yang memiliki postur tinggi 1,78 meter tersebut tercatat telah membela 9 klub sepanjang karir profesionalnya.
Ia memulai karir sepakbolanya di PSSI Primavera pada tahun 1993. Kurnia akhirnya memutuskan untuk hijrah guna menimba ilmu di negara kelahiran Alesandro Del Piero, Italia pada tahun 1994. Selama dua tahun di Italia, Kurnia masuk ke klub asal Genoa, Sampdoria.

Selepas belajar di Italia, Kurnia kembali ke Indonesia dan bergabung dengan Pelita Jaya yang merupakan klub senior pertama dalam karirnya. Ia kemudian kembali lagi selama satu tahun ke Italia untuk membela Sampdoria, namun selama satu tahun disana, Kurnia tercatat hanya tampil sebanyak 2 kali.
Selepas dari Pelita Jaya pada tahun 2000, Kurnia sering berganti-ganti klub, mulai dari Persikabo Bogor, PSM Makassar, Arema Malang, Persik Kediri, Persebaya Surabaya, Mitra Kukar, dan klub terakhirnya Bandung FC.
Dalam sebuah wawancara, kiper yang sekarang telah berumur 40 tahun tersebut pernah menuturkan bahwa pengalaman terbaiknya adalah ketika ia membela Arema Malang.
"Di Aremalah saya bisa menemukan kekeluargaan yang sebenarnya, apalagi saya sempat juga mengalami bagaimana masa susahnya pemain Arema sehari-hari di mes Dieng. Dengan fasilitas yang boleh dibilang sangat minim tapi kami tetap kompak dan saling membantu," ungkap Kurnia yang dilansir dari situs We Are Aremania.
Kini keadaan kiper andalan Timnas Indonesia sejak tahun 1995-1998 tersebut sangat memprihantinkan. Ia dikabarkan mengalami gangguan ingatan yang menyebabkan ia tidak mudah diajak bicara dan sulit mengenal lawan bicaranya.