Beckenbauer berbicara di depan umum untuk pertama kalinya saat tuduhan korupsi mengguncang federasi sepakbola Jerman (DFB), pria 70 tahun itu mengatakan kepada surat kabar Sueddeutsche, bahwa anggota lain dari Komite Eksekutif FIFA juga telah meminta bantuan.
"Melihat dari sudut pandang saat ini, banyak hal terlihat lucu dan Anda tidak akan melakukannya seperti itu hari ini. Tapi kami hanya bermaksud baik pada saat itu," kata Beckenbauer dalam surat kabar tersebut seperti dilansir The Guardian.
Warner sudah lama menjadi wakil presiden FIFA dan anggota komite eksekutif, serta ketua Concacaf, yang mengundurkan diri pada 2011 dan sekarang telah dilarang dari beraktivitas di sepakbola seumur hidup atas tuduhan korupsi di Amerika Serikat.
Menurut Beckenbauer, Warner menceritakan penawaran Jerman: "Jika kamu adalah temannya, lakukan sesuatu untuk konfederasi saya."
Warner diduga menunjuk Jerman sebagai pusat pelatihan yang dibiayai bersama oleh FIFA dan Inggris, yang juga penawaran untuk Piala Dunia 2006. Jerman memenangkan tender dengan satu suara atas Afrika Selatan.
Beckenbauer mengatakan kesepakatan dengan Warner dia tandatangani sebelum pemungutan suara pada 2000 dan bertujuan sebagai "bantuan paket pengembangan dengan penjualan tiket."
Beckenbauer yang selaku pemain legenda Jerman, adalah orang utama dalam penawaran dan kemudian menjadi kepala panitia turnamen 2006.
"Saya selalu menandatangani semuanya, aku bahkan menandatangani carte blanche," kata Beckenbauer.
Meski menjadi orang terdepan dalam menjalankan proses pemilihan Jerman sebagai tuan rumah Piala Dunia 2006, dia membantah jika itu didapat dari hasil pembelian suara, "kami tidak punya uang."
Surat kabar mingguan Jerman, Der Spiegel dan mantan Presiden DFB, Theo Zwanziger telah menduga penawaran Jerman menggunakan dana tertentu untuk membeli empat orang dari Asia.
Beckenbauer pun mengatakan jika kesepakatan itu dibuat oleh wakil presiden FIFA Mohamed bin Hammam, yang juga kini telah ditangguhkan dari sepakbola.
Para pejabat DFB mengatakan bahwa federasi membayar sekitar 6,7 juta euro ke FIFA dalam bentuk hibah yang jauh lebih besar kepada panitia Piala Dunia 2006. Uang itu dibayarkan atas nama DFB oleh pemimpin Adidas, Robert Louis Dreyfus dan kemudian dilunasi oleh DFB.