Yunarto Wijaya mengakui jika sejumlah politisi kerap memanfaatkan momentum basis suporter atau even olahraga untuk mendongkrak popularitas guna penambahan suara.
“Hal tersebut bisa saja terjadi, sebab sepakbola merupakan olahraga yang memasyarakat yang bisa dimanfaatkan oleh politisi", ujarnya saat dihubungi INDOSPORT.
Namun perlu digaris bawahi disini, lanjut ia, pemanfaatan basis suporter oleh politisi ini tidak selamanya efektif dan memberikan kontribusi yang besar.
"Kalau bicara efektif atau tidak, saya rasa efeknya tidak terlalu signifikan. Suporter juga tahu mana politisi yang hanya insidental saja, mana yang benar-benar memberikan kontribusi yang banyak," tambahnya.
"Untuk itu, politisi harus memberikan kontribusi, berupa dukungan finansial, berikan sarana untuk pembinaan jika benar-benar diusung suporter,” lanjutnya.
Ia juga menjelaskan, suporter Indonesia harus cerdas agar tak dieksploitasi oleh politisi yang mencari keuntungan sesaat. “Yang jelas jangan sampai para suporter diekploitasi oleh para politisi,” tutup ia.
Persija Jakarta saat ini sedang melakukan pemilihan ketua umum untuk periode 2015-2019. Sejumlah nama politisi dan pengusaha digadang-gadang menjadi presiden klub kebanggaan masyarakat Ibukota ini.
(Abdul Hamid)