Menurut pengakuan yang disebarkan oleh akun @MUnitedHome, pemain asal Meksiko itu mengaku bahwa kegagalannya mencetak gol dari titik penalti ketika melawan Club Brugge menjadi penyebab dirinya didepak dari Old Trafford.
"Setelah gagal menyempurnakan penalti, saya tahu Van Gaal langsung melihat ke arah Giggs dengan muka marah. Saat itu saya tahu saya sudah kehilangan tempat di tim. Ketika di ruang ganti, ia mengatakan pada saya, Jika Anda tidak bisa mencetak gol dari penalti, saya ragu ada bisa mencetak gol di pertandingan," ucap Chicharito mengulang pernyataan mantan pelatih itu.
"Keesokan harinya, ia memanggil saya dan mengatakan bahwa saya mendapat tawaran dari beberapa klub dan dia mewajibkan saya untuk memilih. Saya pulang ke rumah sambil menangis, tiga tahun sebagai pemain Man United dan saya harus menangis," lanjutnya.
Lebih lanjut pria yang sempat membela Real Madrid selama satu musim itu mengatakan, "Saya sangat mencintai Manchester United, namun tidak ada yang bisa saya lakukan karena LVG sudah tidak memiliki kepercayaan kepada saya."
Meski telah didepak secara menyakitkan Chicharito mengaku masih memiliki hasrat untuk kembali ke Old Trafford.
"Karena tidak ingin melawan MU, akhirnya saya memutuskan pindah ke Bayer Lverkusen. Jika saya punya kesempatan untuk kembali, maka saya akan kembali. Namun, untuk saat ini saya merasa senang dan bahagia di Jerman," tutupnya.