Sebagaimana dilansir Goal, sebuah laporan pada bulan September mengklaim jika pihak manajemn yayasan amal Messi telah melakukan penipuan pajak saat pertandingan amal di Peru dan Chicago pada tahun 2012 dan 2013. Hasil yang diperoleh dari pertandingan amal itu tak dibayarkan pajaknya kepda pemerintah.
Pihak pemerintah Spanyol telah melakukan investigasi untuk dugaan penyelewengan pajak tersebut. Namun hakim disebut-sebut tak menemukan dugaan pelanggaran yang mendukung klaim bahwa Messi atau yayasan amalnya menerima keuntungan dari permainan tersebut.
“Tidak ada indikasi, maupun dokumen yang menegaskan penipuan yang mungkin terjadi melalui pertandingan amal ini," ujar pihak hakim terkait.
Kasus yang melibatkan yayasan amal binaan penyerang 28 tahun itu diklaim tidak berhubungan dengan dugaan penipuan pajak yang diduga dilakukan Messi dan ayahnya.