Rencana pendukung setia Persebaya, Bonek, memperjuangkan keadilan bagi para pemain Bajul Ijo muncul dalam rapat internal Forum Bonek, Selasa (15/12/15) malam. Mereka bahkan menyuarakan jeritan hati para pemain saat Persebaya menjalani uji coba melawan PS Kaimana di Lapangan Karanggayam, Rabu (16/12/15) sore tadi. Spanduk-spanduk bernadakan kekecewaan kepada manajemen bertebaran di lapangan.
"Bonek diharapkan berkumpul di Mess Eri Irianto Jalan Karanggayam pada pukul 13.00 WIB untuk selanjutnya berangkat bersama-sama,” kata Andi Kristiyanto salah seorang anggota Forum Bonek, kepada sejumlah awak media.
Sebelumnya, dengan bantuan beberapa serikat pekerja Kota Surabaya, Forum Bonek mendaftarkan gugatan ke Dinas Tenaga Kerja Surabaya, Jumat (11/12/15) lalu. Gugatan tersebut ditujukan kepada PT Persebaya Indonesia (PT PI) dan PT Pengelola Persebaya Indonesia (PT PPI).
Isi gugatan tersebut adalah dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang dilakukan kedua perusahaan tersebut. Terutama dalam hal pengupahan dan peraturan perusahaan. Gugatan tersebut mewakili pihak pemain dan kepelatihan sebagai penggugat.
"Ini adalah langkah awal dari Forum Bonek untuk memulai hal baru yang positif bagi iklim sepakbola Surabaya khususnya dan Indonesia umumnya," ungkap Andi.
Untuk diketahui, Persebaya tak kunjung membayar hak-hak para pemain, pelatih dan perangkat tim sejak tahun 2013 lalu. Meski mengklaim sebagai yang asli, dua tahun sudah kewajiban manajemen itu terbengkalai. Berdasarkan data APPI, Persebaya menunggak gaji selama 3-8 bulan.
Dulu, Direkrut Utama PT PI Cholid Goromah maupun Komisaris Saleh Ismail Mukadar selalu berkata bahwa tersendatnya gaji dikarenakan belum cairnya dana dari Arifin Panigoro selaku pengelola Persebaya. Namun, sampai dengan saat ini dana tersebut tak pernah dikucurkan.