Dengan mengemas 5 poin, posisi PBFC memang sangat diuntungkan di Grup E. Tim asuhan Kas Hartadi sanggup membalikkan semua prediksi yang sebelumnya lebih mengunggulkan Arema Cronus dan Persipura yang lolos ke semifinal.
PBFC menambah koleksi dua poin dari kemenangan adu penalti dengan skor 4-3. Sebelumnya di waktu normal, kedua tim bermain imbang 1-1. PBFC unggul lebih dulu di menit 37 melalui gol eksekusi penalti Srdan Lopicic dan dibalas gol Ricardo Salampessy dengan meneruskan sepak pojok.
"Saya tentu senang dengan kemenangan ini. Posisi tim yang tak diunggulkan justru menguntungkan kami sehingga tampil lepas di setiap pertandingan," ucap Kas Hartadi.
Eks Arsitek Sriwijaya FC itu juga membeberkan kunci kemenangan timnya yang mampu menahan agresifitas Persipura sepanjang pertandingan. Strategi man to man marking disebutnya sebagai kunci bisa menahan Persipura, dengan mempersempit ruang gerak mereka.
"Saya sudah mempelajari taktik permainan Persipura saat melawan Arema. Beruntung, pemain bisa disiplin dalam menerapkan strategi yang diinstruksikan pelatih," lanjut Kas Hartadi.
Fisik yang prima pun sangat menunjang dalam menjalankan strategi tersebut. Pasalnya, lini serang Persipura memiliki barisan pelari cepat seperti Ferinando Pahabol maupun Lukas Mandowen.
"Kita berusaha meminimalkan ruang gerak maupun ruang tembak mereka. Terbukti, gol Persipura lahir dari skema bola mati dan tak berkembang dalam permainan terbuka," pungkas pelatih kelahiran Solo itu.