Insiden Sragen yang menewaskan dua orang, satu diantaranya tercatat sebagai pendukung Arema, Aremania atas nama Bayu Eko Prasetyo di dua lokasi yakni SPBU Jatisumo, Sambung Macan dan Nglorok, Sragen membuat nama suporter Persebaya Surabaya atau Bonek terbawa-bawa.
Buntut dari insiden tersebut, juga beredar kabar aksi sweeping mobil plat L di Malang, yang ramai diberitakan/di broadcast ke media sosial sebagai balasan atas peristiwa Sragen.
'Membalas' tuduhan dan broadcast yang tidak bertanggung jawab tersebut, puluhan Bonek melakukan aksi di depan gedung Negara Grahadi, Minggu, 20 Desember 2015 sore.
Aksi tersebut ialah aksi simpatik dengan membagi-bagikan bunga serta stiker yang bertuliskan "Surabaya Aman Bagi Para Pendatang". Aksi itu ditujukan untuk warga Malang yang sedang berada di Surabaya.

Meski kecewa dengan pemberitaan yang menyebutkan jika Bonek melakukan aksi kerusuhan hingga menewaskan 2 orang suporter Aremania, namun toleransi tetap dilakukan dengan kegiatan ini.
"Sebenarnya yang melakukan ini bukan Bonek dan kami merasa kecewa dengan kesalahan penyebutan kemarin. Karena Bonek itu pendukung Persebaya Surabaya, sedangkan yang bertanding Surabaya United dan suporter mereka bukan Bonek," keluh salah satu suporter Bonek Diah Purwaningrum.