Isu suap langsung muncul begitu tiga pemain Surabaya United, yakni Otavio Dutra, Pedro Javier dan Jendri Pitoy dipecat secara sepihak oleh manajemen klub. Ketiganya dituding melakukan tindakan suap karena melakukan pertemuan dengan Tony Ho sebelum dan sesudah pertandingan melawan Pusamania Borneo FC (PBFC).
Nabil mengaku tak terima karena timnya dituduh melakukan suap kepada tiga pemain tersebut. Dalam laga perdana Grup E itu, Surabaya United kalah 1-2 dari PBFC setelah sempat unggul di babak pertama.
"Kita tidak pernah melakukan hal itu. Tuduhan yang menyebutkan kami menyuap Pedro, Dutra dan pemain lain sungguh buruk dan tidak bisa diterima," Presiden klub PBFC itu menjelaskan dalam konferensi pers usai timnya menghadapi Persipura (19/12/15).
Lebih lanjut, Nabil menganggap tuduhan tak berdasar itu keterlaluan dan cukup menganggu situasi dan kondisi tim yang mulai kondusif. Pasalnya, tim asuhan Kas Hartadi ingin langsung fokus ke semifinal usai mengalahkan Persipura.
"Tuduhan itu sungguh keterlaluan. Hal itu mencemarkan nama baik kami sebagai tim maupun personal. Reputasi kita sudah hancur karena tudingan itu," imbuhnya.
Di akhir klarifikasi, Nabil akan mempertimbangkan langkah lanjutnya ke jalur hukum untuk membuktikan tudingan kotor tersebut.
"Kami akan lanjutkan ke jalur hukum terhadap pihak-pihak yang sudah menghembuskan isu suap kepada tim kami. Kalau memang mereka punya bukti, silakan hadapi tuntutan kami," pungkasnya.