Seperti diketahui, Octavio Dutra bersama dua rekannya Pedra Javier serta Jendri Pitoy dipecat dari Surabaya United. Pemecatan ketiga pemain ini diiringi kabar tidak sedap, yakni ketiganya diisukan menerima suap dari Pusamania Borneo FC.
Isu suap yang mengarah pada keterlibatan tiga pemain ini langsung mendapat kecaman dari Otavio Dutra. Bek berusia 32 tahun itu menilai tuduhan suap sangat tidak baik dan berimbas pada kondisi psikologis pemain yang namanya menjadi tercemar.
"Saya dan Pedro sudah kerja keras setiap hari dan sudah bermain secara profesional. Saya tak pernah melakukan suap dan tidak pernah menerima pemberian apa pun soal pertandingan," tutur Dutra.
Dalam klarifikasinya, Dutra menyebut jika keluarganya di rumah juga terkena imbas dari merebaknya isu suap yang diduga dilakukan oleh dirinya bersama pemain lain saat Surabaya United kalah 1-2 dari Pusamania Borneo FC 13 Desember lalu
"Ya jelas mereka sudah mendengar kabar tidak baik itu. Kasihan istri dan keluarga saya yang ikut terkena tuduhan suap. Padahal, selama ini saya bekerja keras secara profesional untuk cari uang," bantah mantan penggawa Persipura Jayapura itu menjelaskan.
Tak pelak, isu suap yang berhembus membuatnya sempat frustasi. Pasalnya, namanya menjadi hancur dan berpengaruh pada pandangan para pecinta sepakbola nasional.
"Saya, Pedro, Nabil maupun Coach Toni punya nama dan kita sama-sama jaga nama itu. Tuduhan tanpa bukti itu bisa merusak reputasi dan nama baik kami," katanya.