Berkat Ibu, Rendi Irwan Selalu Tegar

Selasa, 22 Desember 2015 17:41 WIB
Kontributor: Fajar Kristanto | Editor:
© Fajar Kristanto/INDOSPORT
 Copyright: © Fajar Kristanto/INDOSPORT

Rendi Irwan merupakan eks penggawa Persebaya 1927, ia adalah pemain mungil dan lincah di lini tengah. Rendi pernah menjadi bagian Timnas Indonesia pada 2012, saat kualifikasi Piala Dunia 2014 kontra Qatar. Sayang, laga itu berakhir pahit karena timnas Indonesia arahan Aji Santoso kalah telak sepuluh gol tanpa balas.

Saat itulah, Rendi merasa jatuh karena merasakan satu kekalahan telak dalam karier sepakbolanya. Beruntung, Rendi mampu bangkit berkat dorongan sang ibunda tercinta.

"Karena ibu lah saya bisa tegar merasakan manis pahitnya cerita kehidupan ini. Ibu dan keluarga selalu dapat membesarkan hati saya. Apapun peristiwa yang menimpa saya, saya selalu diminta lekas bangkit," tutur Rendi.

Sejak kasus dualisme Persebaya Surabaya, pemilik nomor punggung 12 itu telah berpindah-pindah klub. Rendi pernah membela Persik Kediri, Persija Jakarta, dan Persegres Gresik United. Bahkan, di beberapa klub tersebut dia pernah merasakan pahitnya kehidupan profesional seorang pesepakbola.

"Ibu selalu bilang agar saya lebih sabar menghadapi kehidupan di dunia sepakbola ini. Dulu, beliau juga pernah bertanya apakah saya mantap memilih jalan sebagai pesepakbola," tutur Rendi.

"Saya pun dengan tegas mengiyakan, dan ibu akan selalu mendukung saya. Karena itu, usai dari Persija saya mantap memilih klub yang dekat dengan rumah," sambung pemain yang berdomisili di Sidoarjo ini.

Rendi yang namanya moncer saat membela tim PON Jatim 2008 silam mengaku rutin mengobrol dengan ibunya. "Saya sih jujur saja tak ada ritual atau acara khusus. Bagi saya, setiap hari ya Hari Ibu. Ngobrol sama ibu, bukan hanya pas Hari Ibu saja," katanya.

"Mungkin malam ini hanya makan-makan bersama keluarga. Menikmati kebersamaan di Hari Ibu dengan keluarga saja," tandasnya.