Manajemen Persebaya memiliki utang sebesar Rp 6,5 miliar yang tertunggak selama delapan bulan. Parahnya, mereka tak kunjung membayar hak-hak para pemain, pelatih dan perangkat tim sejak tahun 2013 lalu.
Besarnya nilai utang tersebut memantik reaksi Bonek. Kelompok suporter setia klub asal Kota Pahlawan ini lantas menekan manajemen agar segera melunasi utang-utang itu.
Diantaranya dengan 'mengganggu' laga uji coba Persebaya kontra PS Kaimana Papua, Rabu (16/12/15) lalu. Kedua, melaporkan manajemen Persebaya ke Disnaker, Jumat (18/12/15) kemarin.
Nah, upaya kedua itulah mendapat respon dari pihak Disnaker Surabaya. Mereka bahkan telah memanggil Direktur Utama PT Persebaya Indonesia (PT PI) Cholid Ghoromah. Sayang, pengusaha asal Surabaya ini tidak memenuhi panggilan tersebut.
Oleh karena itu, Disnaker akan jemput bola dan melakukan pemeriksaan langsung ke manajemen. Sebab, lantaran ketidakhadiran manajemen, pertemuan seluruh pihak yang dijadwalkan pun batal.
Kepala Disnaker Surabaya Dwi Purnomo mengatakan bahwa karena manajemen Green Force tidak hadir, kemungkinan pihaknya akan melakukan penjemputan paksa. "Kalau tidak hadir lagi, kami akan minta bantuan aparat untuk melakukan penjemputan paksa," katanya dihadapan ratusan Bonek yang memadati Kantor Disnaker Kota Surabaya di kawasan Jemursari.
Mengetahui ketidakhadiran manajemen Persebaya, ratusan Bonek yang sebelumnya datang untuk mengawal pertemuan, akhirnya pulang meninggalkan Disnaker. Menariknya, dalam aksi itu juga terlihat mantan pelatih Persebaya, Fabio Oliviera, yang datang untuk memberi suntikan moral. Aksi Bonek ini bahkan mendapat dukungan dari perwakilan gabungan serikat buruh.
"Hari ini manajemen tidak datang lagi. Karena itu besok akan ada tim dari Disnaker yang datang untuk melakukan pemeriksaan ke mess Persebaya. Itu hasil pertemuan kami tadi," kata Andi Peci, tokoh Bonek sekaligus Ketua Federasi Serikat Buruh Kerakyatan (FSBK).
"Dalam pertemuan kali ini kami semua berharap agar mereka (manajemen Persebaya) mau datang. Tetapi kabarnya, tadi pagi pengacara dari manajeman sudah datang ke sini (DIsnaker Surabaya) dan bilang bahwa manajemen masih berhalangan. Mereka akan datang begitu ada waktu, tetapi belum tahu kapan," ujar pemilik nama asli Andi Kristianto ini.