Mungkin sebagian pecinta sepakbola masih banyak yang mengingat bagaimana Bonucci dan Koscielny saat menjalani dua musim awal di klub-klub mereka. Ya, kedua pemain tersebut kerapa terlihat gegabah dalam mengambil keputusan saat hendak mematahkan serangan lawan.
Kegegabahan itu juga sering merugikan tim yang mereka bela. Akibat hal itu, banyak para fans yang mengejek penampilan buruknya dalam mengawal pertahanan.
Namun, kini dua pemain itu justru menjelma menjadi sosok sentral di barisan pertahanan. Tidak hanya itu, mereka juga mahir bermain layaknya jangkar di lini tengah dengan mengalirkan bola langsung ke depan.
Seperti halnya Bonucci. Sejak era kepelatihan Antonio Conte, dia telah mengemban peran sebagai orang pertama yang memulai membangun serangan saat bola berada di penguasaan Gianluigi Buffon. Bahkan pria 28 tahun itu mampu melepaskan 850 operan ke arah depan dan hanya 130 operan yang mengarah ke belakang pada musim ini di liga.
Sedangkan Koscielny, di bawah arahan Arsene Wenger dia berhasil mengemas 617 operan ke depan dan hanya melakukan operan ke belakang sebanyak 126 kali.
Melihat catatan itu, artinya kedua pemain tersebut benar-benar dituntut ikut mengambil peran dalam membantu serangan dan sekaligus membantu kerja para gelandang.
Selain pandai mengalirkan bola ke depan, kedua pemain ini juga menjadi orang yang paling sering mematahkan umpan-umpan lawan. Bonucci memilik catatan Intercept tertinggi di Juventus dengan 46 kali memutus serangan lawan. Sedangkan Koscielny melakukannya lebih banyak dengan 57 kali memutus serangan lawan.
Tingginya catatan intercept kedua pemain itu tak lepas dari agresivitas dan perhitungan mengambil keputusan yang hampi selalu tepat. Bahkan, keduanya juga kerap sukses menerapkan permainan zonal marking yang menjadi kekuatan tim saat bertahan.
Berikut ini perbandingan data Bonucci dan Koscielny secara rinci yang dirangkum dari Squawka.
