Dalam Clubs Meeting dengan klub ISL pada Agustus 2015 lalu, Direksi PT Liga Indonesia sempat mempresentasikan Betha Project sebagai salah satu terobosan baru dari PT Liga Indonesia.
Di dalamnya terdapat beberapa aspek yang akan dilakukan PT Liga Indonesia, seperti zero tolerance, transparan, modernisasi, club quality, club financial healthy, event management dll.
“Beberapa hal dalam Betha Project yang juga sempat menghangat menjadi perbincangan adalah terkait rencana penerapan Salary Cap ataupun Budgeting Cap hingga konsep penjadwalan satu kali kandang dan satu kali tandang, bertanding tiap pekan. Kami terus melakukan pengkajian yang mendalam terkait hal ini,” kata Tigorshalom Boboy, Corporate Secretary PT Liga Indonesia.
Selain itu, pada musim 2016 ini juga akan mulai diberlakukan Liga Indonesia Administration System (LIAS) secara lebih menyeluruh. Sebenarnya, PT Liga telah memiliki system berbasis IT dalam kompetisi-kompetisi sebelumnya. Namun, penerapannya belum secara menyeluruh.
“Mulai musim depan, dari mulai pendaftaran pemain dan proses administrasi lainnya akan dilakukan secara online. Begitupula dengan laporan pertandingan, Pengawas Pertandingan harus bisa dengan cepat melaporakannya via sistem IT yang kita bangun, sehingga secara real time data langsung terintegrasi dengan database kita,” papar Tigorshalom.
Dengan penerapan Betha Project pada kompetisi ISL 2016 mendatang, khususnya dalam aspek pemain, infrastruktur, dan finansial. Tentunya, hal ini beriringan dengan persiapan teknis dan aspek bisnis yang juga harus dipersiapkan dengan maksimal.
“Sampai akhir tahun ini, atau paling tidak sampai minggu pertama Januari 2016, adalah tahap akhir perencanaan. Insya Allah pertengahan Januari akan ada clubs meeting. Undangan dan tanggal pastinya akan kita terbitkan kemudian,” timpal Joko Driyono, CEO PT Liga Indonesia.