Persegres Masih Ragu Akan Turnamen ISL

Sabtu, 2 Januari 2016 17:15 WIB
Kontributor: Fajar Kristanto | Editor:
 Copyright:

Persegres Gresik United memang tetap mempersiapkan diri terkait Turnamen Indonesia Super League garapan PT Liga Indonesia. Mereka akan menggelar latihan, hanya saja intensitasnya tak akan seketat latihan rutin. Apalagi, para pemain yang akan mengikuti latihan juga tak komplet.

Manajemen Persegres memastikan bahwa timnya tak akan vakum meski tak lagi ikut turnamen. Mereka akan berlatih kembali meski belum bisa memastikan kapan latihan itu akan dilangsungkan.

"Latihan rutin sudah pasti digelar. Namun kami masih akan membahas lebih detail mengenai masalah waktu. Yang pasti pada bulan Januari ini," ucap Manajer Persegres Bagoes Cahyo Yuwono.

Menurutnya, latihan ini juga tak akan diikuti semua penggawa Laskar Joko Samudro. Sebab latihan lebih diperuntukkan bagi pemain yang domisili di Gresik dan sekitarnya. Intensitas latihan dilakukan dua hingga tiga kali dalam seminggu.

"Latihan ini digunakan untuk menjaga kondisi. Juga untuk mempersiapkan diri mengikuti suatu gelaran turnamen," jelas Bagoes.

Pada kesempatan ini, Bagoes juga mengaku manajemen bisa bernafas lega karena Widodo C Putro belum menerima pinangan Sriwijaya FC. Tapi, manajemen Persegres telah bersiap Jika eks asisten pelatih Timnas Indonesia senior itu hengkang dari Kota Pudak.

"Intinya, kalau beliau bergabung dengan Sriwijaya FC, kami akan melepasnya dengan akan mencari pelatih berlisensi A AFC dari luar Gresik. Tapi jika tidak jadi, kami berharap beliau tetap di Gresik. Karena kami punya rencana bersama Coach Widodo," kata Bagoes.

"Saat ini, banyak pemain Gresik yang punya potensi bagus, baik yang bersama kami sekarang ini, maupun yang masih tersebar di luar. Kami ingin bersama-sama Coach Widodo memaksimalkan talenta mereka," tambah penggemar motor gede ini.

"Kualitas pemain hasil binaan Gresik sendiri tak kalah dengan pemain yang selama ini kami datangkan dari luar. Tapi, sebuah tim tidak bisa menggunakan pemain lokal semua. Karena tidak menutup kemungkinan beberapa posisi yang tidak bisa diisi oleh putra daerah, kalau pun ada kualitasnya mungkin masih kalah dengan pemain luar daerah atau pemain asing," tandas Bagoes.