Ini Faktor yang Buat Aji Santoso Tempuh Jalur Hukum

Minggu, 10 Januari 2016 19:10 WIB
Editor:
© Ratno Prasetyo/INDOSPORT
Pelatih Aji Santoso meladeni pertanyaan wartawan saat tiba di bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Selasa (16/06/15). Copyright: © Ratno Prasetyo/INDOSPORT
Pelatih Aji Santoso meladeni pertanyaan wartawan saat tiba di bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Selasa (16/06/15).

Partisipasi tim Garuda All Star di SOJC memang tak lepas dari peran Aji Santoso, dengan membawa separuh lebih skuad Timnas U-23 ke Banyuwangi. 

Terkait biaya untuk mengumpulkan pemain pun, mantan Pelatih Persema Malang tersebut menalangi sendiri sebagai bentuk keseriusannya berlaga di turnamen yang digelar pada 27 Juli sampai 03 Agustus 2015 silam.

Pelatih yang membesut Garuda All Star itu sebenarnya ingin masalah match fee ini tidak menjadi besar. Upaya kekeluargaan pun terus dilakukan selama lebih dari 5 bulan pasca gelaran turnamen sepak bola berskala nasional di Banyuwangi tersebut.

"Ya sebenarnya ingin cepat selesai lewat cara kekeluargaan saja. Saya tunggu itikad baik mereka sejauh ini. Tapi, tak ada tanggapan nyata terhadap masalah match fee ini," tutur Aji Santoso.

Mantan Pelatih Timnas U-23 ini pun sebenarnya menghargai upaya Panpel SOJC yang peduli terhadap kondisi sepak bola nasional, dengan mengadakan turnamen. Namun, sikap itu tidak dibarengi etos profesional dari panpel yang belum melunasi match fee selama Garuda All Star ikut berpartipasi.

"Saya respek kepada mereka. Liga terhenti, tapi ada turnamen kan jadi ikut membantu. Pemain tetap punya penghasilan. Tapi, cara kerja mereka kurang profesional," mantan winger Persebaya Surabaya ini melanjutkan.

Dia pun tetap menunggu itikad baik pihak Panpel SOJC untuk segera menyelesaikan masalah ini usai melaporkan pihak panpel ke Polres Banyuwangi pada Rabu (03-01-15) lalu. Pasalnya, dana yang sudah dikeluarkan untuk kebutuhan tim Garuda All Star yang mencapai Rp 200 juta adalah dana pribadi.

"Saya tunggu tanggapan mereka. Tentu kan tidak bisa cepat usai pelaporan itu. Mungkin mereka masih ada koordinasi dan sebagainya. Saya berharap ada penyelesaian yang baik bagi semua pihak," pungkasnya.