Kesempatan Djajang Nurdjaman untuk mengikuti kepelatihan di Italia merupakan hasil kerja sama antara Persib Bandung dan Inter Milan (Dua Biru Bersatu) yang didukung oleh presiden Nerazzurri, Erick Thohir. Menaggapi hal tersebut, mantan pelatih Maung Bandung itu pun menjelaskan detail singkat kegiatannya selama berada di negara yang pernah menjuarai Piala Dunia 2006 itu.
“Yang pasti setelah saya lihat diprogram yang telah didapat dari timnya di sana (Italia), saya akan mengikuti semacam magang begitu di tim pelatihan U16 dan U19 itu yang penting. Namun, tidak menutup kemungkinan di Serie B atau kalau mungkin walaupun kadarnya tidak terlalu banyak saya akan melihat sesi latihannya di tim Mancini,”ungkap pria yang akrab dipanggir Djanur tersebut.

Selain itu, pelatih berusia 51 tahun tersebut juga menegaskan bahwa dirinya sudah tidak lagi menangani Persib, tetapi belum mengetahui apakah nantinya akan kembali melatih Atep dan kawan-kawan usai menjalani masa pelatihannya nanti atau tidak.
“Yang pasti saya belajar, pergi dari Pesib sekarang satu tahun. Melepas dulu status saya sebagai pelatih dan tentunya Persib akan punya pelatih baru. Itu saja yang pasti.” Tambahnya.

“Setelah kembali lagi dari sana kita juga akan serahkan kepada manajemen apakah otomatis akan kembali menangani Persib, saya juga belum tahu,” imbuh pelatih yang memiliki anak yang tinggal di Verona, Italia.
Selama menangani Persib Bandung, Djanur telah memberikan 4 gelar untuk tim berjuluk Maung Bandung tersebut, yaitu Celebes Cup II di tahun 2012, Indonesia Super League (ISL) 2015, Piala Walikota Padang 2015, dan Piala Presiden.