AS Roma Selalu Ada di Hati Spalletti

Kamis, 14 Januari 2016 22:51 WIB
Editor: Randy Prasatya
 Copyright:

Spalletti merupakan pelatih yang sudah tidak asing dengan Roma. Selama melatih Giallorossi pada periode 2005 hingga 2009, dia berhasil mempersembahkan dua trofi Coppa Italia dan satu trofi Super Coppa Italia.

Setelah empat tahun membesut Roma, Spalletti pun pergi menuju Rusia untuk membesut Zenit Saint Petersburg sejak 2009 hingga 2014. Di sana dia berhasil mempersembahkan dua gelar Liga Rusia dan satu trofi Piala Super Rusia.

Meski telah mempersembahkan tiga gelar, petinggi Zenit tampaknya tidak puas dengan hasil yang dicapai Spalletti pada 2014. Alhasil, dia pun harus dipecat pada 10 Maret 2014.

Pasca pemecatan itu, Spalletti pun harus menganggur hampir dua tahun sebelum resmi direkrut Roma untuk kedua kalinya. Kesepakatan ini tak lepas dari hasil kurang memuaskan yang dicapai Rudi Garcia kala menukangi Serigala Roma.

Namun, dari kegagalan Garcia itu, ternyata Spalletti dapat kembali pulang ke klub yang dia cintai setelah sebelumnya merasa ragu untuk bisa kembali.

"Saya tidak pernah melupakan waktu saya di sini dan Roma tidak pernah meninggalkan hatiku," kata Spalletti di situs resmi Roma.

"Apakah saya pikir saya akan kembali? Saya telah melihat banyak hal terjadi dalam sepakbola, yang saya pikir tidak akan pernah terjadi. Saya selalu memiliki harapan itu (kembali ke Roma), karena Roma menjadi tempat yang fantastis,” sambungnya.

Selain itu, pria 56 tahun itu juga mengatakan jika keluarganya tak bisa lepas dari Roma. Bahkan, anaknya sempat kembali ke ibukota Italia setelah satu tahun di Rusia untuk belajar dan menjadi penggemar AS Roma.

"Saya tidak pernah lepas dari Roma. Saya dan keluarga saya hanya pindah selama setahun, tapi kemudian anak saya datang kembali untuk belajar - dia penggemar Roma dan tahu segala sesuatu tentang klub,” tegasnya.

11