Gulirkan Kompetisi, ISL Ganti Nama

Sabtu, 16 Januari 2016 22:00 WIB
Editor:
© Herry Ibrahim/INDOSPORT
CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono bertemu Delegasi Bersama FIFA/AFC di Kantor PSSI, Selasa (02/11/15). Copyright: © Herry Ibrahim/INDOSPORT
CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono bertemu Delegasi Bersama FIFA/AFC di Kantor PSSI, Selasa (02/11/15).

Terkait masalah tersebut, CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono memaparkan bahwa dirinya akan membentuk perusahaan baru demi bergulirnya kompetisi sepakbola Indonesia. Keputusan tersebut diambil setelah mengadakan rapat dengan 18 klub ISL di Hotel Park Lane, Jakarta sore tadi.

Nantinya, event sepakbola tersebut akan diberi nama Indonesia Super Competition (ISC). Pasalnya, bila masih dijalankan oleh PT Liga, ISC kemungkinan besar tidak akan mendapatkan rekomendasi dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).

Terlebih, dalam PT Liga, PSSI mempunyai saham sebesar satu persen. Sementara sisanya dimiliki oleh klub-klub yang ada di Indonesia. Tidak hanya itu, nama PT Liga juga identik dengan nama PSSI yang kegiatannya tidak diakui oleh Pemerintah.

"Catatan penting dari turnamen ini adalah interaksi kami dengan partner, termasuk sponsorship. Klub akan membentuk perusahaan baru, saat ini kami tengah menggodok perusahaan baru tersebut," jelas Jokdri (sapaan Joko Driyono).

Tidak hanya itu, rencananya perusahaan baru tersebut nantinya akan melebur menjadi satu bersama PT Liga. Namun, situasi tersebut masih menunggu perkembangan seakbola di tanah air.

"Bila semua proses perijinan berjalan seperti rencana kami, maka perusahaan baru itu akan kami akuisisi kepemilikannya di bawah PT Liga," jelasnya lebih jauh.

17