Pemain Brasil Ini Tak Sabar Perkuat Persib Bandung

Sabtu, 16 Januari 2016 22:16 WIB
Kontributor: Ginanjar | Editor: Yohanes Ishak
© Herry Ibrahim/INDOSPORT
Skuat Persib Bandung. Copyright: © Herry Ibrahim/INDOSPORT
Skuat Persib Bandung.

Namun, keinginannya itu harus tertunda setelah tim berjulukan Maung Bandung ini sudah tidak ditangani pelatih Djadjang Nurdjaman yang pergi ke Italia untuk menimba ilmu kepelatihannya.

Edi mengatakan, sebelum keberangkatan ke negeri Pizza, pelatih yang akrab disapa Djanur itu sempat menghubungi kliennya yang masih berada di Brasil. Namun kala itu, eks kapten Arema Cronus ini belum menjawabnya.

"Setelah ada keyakinan, Fabiano coba telepon coach Djanur. Tapi beliau (Djanur) sedang ada di Italia. Lalu coach bilang, ke manajemen saja, karena sudah tidak melatih Persib," ujar Edi saat dihubungi melalui telepon selularnya.

Edi pun mencoba menghubungi Manajer Persib, Umuh Muchtar. Namun pria yang akrab disapa Pak Haji ini belum dapat memutuskan lantaran perekrutan pemain baru akan diserahkan kepada pelatih anyar nanti.‎

"Saya sudah sampaikan ke Pak Umuh kalau Fabiano sudah siap bergabung dengan Persib. Pak Umuh juga menyambut baik, tapi kata pak Umuh, tunggu keputusan pelatih baru nanti saja," tuturnya.

Edi pun berharap pemain yang beroperasi sebagai bek tengah ini dapat menjadi pilihan utama siapapun yang menjadi pelatih anyar Persib nanti. Sebab Fabiano memiliki hasrat untuk bergabung dengan jawara Indonesia Super League (ISL) 2014.‎

"Sebenarnya ada dua klub besar yang menjadi sasaran Fabiano. Kemudian satu tim lain juga antusias. Kalau dari keduanya, cenderung main di Bandung. Kita masih ngobrol tertarik atau tidak, kalau OK, kita baru bicara angka. Artinya kalau manajemen memberi lampu hijau kita segera ketemu, tetap dalam koridor ketemu ngobrol dulu. Tapi kalau ada tim yang lebih serius tentu ya kita pikirkan lain," pungkasnya.

Sebelumnya, Fabiano sendiri sempat dikabarkan akan merapat ke Persib tepat sebelum penyelenggaraan Piala Jenderal Sudirman dimulai. Namun kala itu kesepakatan tak terjadi, lantaran Fabiano lebih memilih fokus berlibur di kampung halamannya.

225