Arema Cronus dan Mitra Kukar akan bertemu di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (17/01) di babak semifinal Piala Jenderal Sudirman. Panitia memperketat keamanan pasca teror bom yang terjadi di Sarinah, Thamrin, Jakarta Kamis (14/01) lalu.
Dari 1000 personel yang disiapkan, panitia menambah 500 personel laga untuk memperketat keamanan menjadi 1.500 personel. Ketua Panpel Arema, Abdul Haris mengakui penambahan jumlah personel ini dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.
"Jumlah personel pengamanan gabungan dari TNI dan Polri sebanyak 1.500 orang," kata Abdul Haris.
"Nanti kita bagi pengamanan menjadi empat ring sejak pintu masuk Stadion Kanjuruhan. Setiap ring akan diisi personel dari panpel, kepolisian dan TNI," lanjutnya.
Dia menuturkan, aparat keamanan disiagakan tak cuma untuk merazia orang-orang yang akan masuk stadion. Mereka akan melakukan pencegahan agar barang-barang terlarang tak berada di kawasan stadion. Selain itu, aparat keamanan juga membentuk tim siluman yang akan merazia calo tiket nakal yang berjualan di sekitar stadion.
"Pengamanan itu kami lakukan, selain sebagai antisipasi penonton yang membawa flare atau benda yang mengakibatkan terganggunya pertandingan, juga antisipasi calo nakal," katanya.
Lebih lanjut, Abdul Haris menambahkan bahwa pengamanan terhadap kedua tim dan tamu undangan menjadi prioritas utama. Dia pun meminta para suporter untuk menjaga ketertiban baik di dalam maupun luar lapangan, apa pun hasil pertandingan nantinya.