Piala Jenderal Sudirman

Ingar Bingar Aremania yang Berujung Duka

Senin, 18 Januari 2016 18:48 WIB
Editor: Hendra Mujiraharja
© Ian Setiawan/INDOSPORT
 Copyright: © Ian Setiawan/INDOSPORT

Pertemuan kedua Arema Cronus melawan Mitra Kukar bak sebuah laga final. Berbagai atraksi dilakukan Aremania sejak sore sebelum kick-off di Stadion Kanjuruhan Malang. Bahkan, stadion milik Pemkab Malang itu sudah penuh sesak dari jam 3 sore, atau empat jam sebelum laga dimulai.

Beberapa atraksi sebagai wujud kreatifitas itu diantaranya adalah kampanye safety riding yang diadakan oleh Polres Malang. Dua Polwan cantik ikut berkeliling stadion mengikuti sejumlah petugas polisi yang membawa spanduk bertuliskan himbauan untuk tertib berlalu lintas.

"Dari spanduk ini, kami berharap Aremania selalu menjaga ketertiban berlalu lintas demi kenyamanan berkendara bagi diri sendiri dan orang lain di jalan raya," tutur Ipda Agnis Juwita Manurung, Kepala Unit Digyasa Polres Malang.

Sebelum pemain memasuki lapangan, atraksi megah pun dikreasi ratusan Aremania dengan membentangkan bendera raksasa Merah Putih hingga selesainya Lagu Nasional Indonesia Raya. Bendera raksasa berukuran 110x36 meter itu dibentangkan oleh 500 Aremania dan 150 personel TNI di tengah lapangan.

"Ini murni ide kreatifitas teman-teman Aremania. Terlibatnya anggota TNI juga menunjukkan bahwa aparat keamanan selalu bersahabat dan tidak memiliki jarak dengan suporter," tukas Media Officer Arema Cronus, Sudarmaji.

Atraksi selanjutnya pun lebih menawan. Seluruh penonton menyalakan lampu flash kamera mereka secara serentak hingga waktu kick-off pertandingan.

Dari pengumuman resmi Panpel, penonton yang hadir di stadion mencapai 44.363 pasang mata. Namun, rasa duka mesti dirasakan Aremania yang kembali melihat Singo Edan gagal melaju ke final dalam dua turnamen besar.

300