Keduanya memang memberikan kontribusi nyata bagi prestasi Mitra Kukar hingga menembus laga final turnamen PJS. Konsistensi bermain sejak babak penyisihan grup hingga semifinal, menjadi salah satu poin pertimbangan bagi Danurwindo dan Eduard Tjong dalam memilih mereka.
Hal itu pun membuktikan kapasitas kedua pemain tersebut. Rizky Pellu konsisten tampil baik dalam menggalang lini tengah hingga memainkan sembilan pertandingan bersama tim Naga Mekes di PJS. Yanto Basna pun menjadi andalan di sektor pertahanan. Duetnya bersama Arthur Da Rocha dapat menggaransi kenyamanan Shahar Ginanjar dalam menjaga gawang Mitra Kukar.
Rizky Pellu mengaku bersyukur namanya masuk dalam deretan pemain terbaik PJS. Bersama Yanto Basna, Rizky bakal bersaing dengan dua pemain lain yaitu Cristian Gonzales (Arema Cronus) dan Muhamad Nur Iskandar (Semen Padang).
"Tentu sulit jadi yang terbaik. Tiga pemain lainnya juga bagus. Optimis saja jadi yang terbaik," cetus Rizky Pellu.
Eks gelandang Pelita Bandung Raya itu pun bertekad membawa Mitra Kukar meraih gelar juara. Sedangkan prestasi pribadi menjadi opsi kedua sang pemain.
"Kerja keras untuk bermain bagus saja. Yang penting, membawa Mitra Kukar menang dan juara dulu," lanjutnya.
Sedangkan Yanto Basna menilai masuknya dia ke dalam nominasi pemain terbaik adalah hasil kerja keras dan bantuan rekan satu tim. Sebagai pemain belakang memang menuntutnya untuk tampil disiplin agar meminimalisir kesalahan.
"Ya pasti harus kerja keras dalam berlatih juga. Tapi teman-teman lain juga ikut membantu saya bisa seperti ini," kata pemain yang juga sempat masuk skuad Timnas U-19 tersebut.