Pelatih kebangsaan Bosnia tersebut bertekad memberi trofi juara untuk Arema Cronus. Milo begitu yakin karena timnya memiliki skuad ideal dan juga punya tradisi juara.
Milo ingin menuntaskan rasa penasaran yang ia alami saat gagal memberi prestasi terbaik untuk Barito Putera. Ya, di awal ISL 2015, Milo hanya sempat membawa Barito Putera ke peringkat 9 klasemen ISL, sebelum kompetisi terhenti.
%202.jpg?w=460&h=259)
Manajemen Arema Cronus memperkenalkan Milo sebagai arsitek anyar
Dari tiga kali bermain, Milo hanya bisa memberi tiga poin, hasil dari sekali menang melawan Persela Lamongan, dan dua kali kalah saat menantang Arema Cronus dan kembali kalah saat menjamu Gresik United.
"Saya senang kembali ke Indonesia. Saya akan memberi hasil terbaik dengan juara meski hanya di turnamem untuk Arema," tandasnya.

Manajemen Arema memperkenalkan Milo dan Maitimo
Dia pun optimis bisa mewujudkan target itu, mengingat Arema punya modal penting untuk menggapai juara.
"Pemain Arema banyak yang sudah saya kenal sebelumnya ketika melatih Barito. Kualitas harus ditingkatkan lagi melalui kerja keras di setiap latihan," imbuhnya.
Tak lupa, ia juga menantikan hadirnya puluhan ribu Aremania saat timnya nanti bertanding. Faktor pendukung yang militan itu menjadi salah satu pertimbangan Milo mau kembali ke Indonesia, pasca mengakhiri kontrak bersama Barito Putera, April tahun lalu.
"Suporter di Malang begitu fantastis. Saya sudah lihat sendiri saat Barito main di Malang. Tak sabar melihat mereka memenuhi stadion," tutupnya.