Banyaknya para pemain Indonesia yang hijrah ke luar negeri, menandakan bahwa selama ini sudah banyak bibit-bibit pemuda Indonesia yang bisa menggerakkan persepakbolaan di negara lain.
“Kita inikan kelebihan stok (pemain berkualitas), anak-anak kita hebat di sana, mereka di percaya oleh luar negeri. Di ambil sebagai pemain, itu berarti kan mereka melihat (kemampuan pemain Indonesia),” kata Menpora Imam Nahrawi ditemui di Kantornya.
Hanya saja hal ini juga menjadi bukti bahwa Indonesia belum bisa menjadi tempat yang ramah bagi para pesepakbola Indonesia. Upaya pembenahan sepakbola tanah air yang didengungkan pemerintah tak berjalan mulus sehingga belum ada kompetisi yang dapat bergulir kembali untuk semakin mengasah kemampuan para pemain.

Abdul Rahman, Patrich Wanggai, dan Titus Bonai resmi menjadi pemain Karketu Dili FC.

Evan Dimas Darmono saat menjalani trial bersama klub Spanyol, UE Llagostera.
Patrich Wanggai, Titus Bonai, dan Abdul Rahman hijrah memperkuat klub asal Timor Leste, Karketu Dili FC. Beberapa klub asal Timor Leste dikabarkan juga tengah mencoba mendekati sejumlah pemain Indonesia untuk memperkuat timnya dan juga meningkatkan kualitas liga di Timor Leste.
Bintang Surabaya United Evan Dimas Sudaryono juga akan bertolak ke negeri Matador untuk menjalani latihan sebelum dapat membela Espanyol di La Liga.
Terbangnya Evan Dimas ke Spanyol, adalah apa yang selama ini diharapkan oleh pemerintah Indonesia agar semakin banyak pesepakbola tanah air yang berkecimpung dalam ranah sepakbola internasional.
“Saya senang (Evan Dimas ke Spanyol), itu yang kami harapkan. Semakin banyak pesepakbola Indonesia di persepakbolaan luar negeri,” Imam mengakhiri.