No Hard Feeling. Mungkin itu adalah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan perasaan Hernandez. Hal itu terbukti dengan pernyataanya ketika ditanya mengenai perasaanya setelah dibuang oleh Van Gaal ke Bayer Leverkusen.
Dalam sebuah wawancara, ia pun tidak ragu untuk menyanjung pelatih berkebangsaan Belanda tersebut sebagai sosok yang tidak pernah berbohong.

Chicharito sukses menjadi mesin pencetak gol Bayer Leverkusen musim ini.
"Dia (Van Gaal) adalah orang yang jujur," ujar pria berkebangsaan Meksiko tersebut dilansir The Times.
"Pada minggu pertamanya, ia mengatakan kepada saya bahwa saya memiliki masa depan yang bagus dan dia menjanjikan saya kesempatan bermain yang lebih banyak," sambung pemain yang akrab disapa Chicharito itu.
"Namun, setelah musim berjalan, ia kembali mengatakan pada saya bahwa ia berpikir akan menjadikan Rooney sebagai pilihan pertamanya."

Salah satu ritual unik yang selalu dilakukan Chicarito sebelum bertanding.
"Dia mengatakan saya akan menjadi nomor dua, tapi kenyataanya saya baru akan mendapat kesempatan itu jika Rooney cedera, dan ketika ia kembali, saya akan kembali menjadi cadangan," tandasnya.
"Hal itu menunjukan bahwa hampir 99% saya bukan pilihan utamanya. Dia sudah jelas dan kita harus menghargai idenya tersebut. Kami pun memutuskan bila ada tawaran yang bagus, saya akan mengambilnya," tutupnya.
Chicharito sendiri akhirnya bergabung dengan Bayer Leverkusen dengan dana transfer sebesart 7,3 juta Poundsterling atau sekitar Rp 144 miliar. Bersama Leverkusen ia kembali menunjukan kualitasnya dengan mencetak 13 kali dari 16 penampilannya.