Liga Primer Inggris telah meluncurkan logo baru mereka untuk musim depan. Namun, dari peluncuran logo tersebut banyak kalangan yang menarik diri untuk mengomentari gambar-gambar tersebut ketimbang mengkritisi kebijakan Liga Primer.
Kemunculan logo baru tersebut merupakan langkah Liga Primer (Premier League) yang ingin meniru NFL dan NBA untuk menarik nilai komersil yang lebih tinggi dengan mengusung kekuatan brand sendiri, yaitu Premier League. Ketika memakai nama Barclays Premier League, ada argument yang menyatakan bahwa hal itu menghalangi banyak brand yang ingin berinvestasi di Liga Primer.
Hal tersebut dengan lugas diutarakan oleh Richard Masters selaku direktur. Berbicara pada peluncuran strategi liga, dia mengatakan ingin lebih mendorong aktivasi merek dan penawaran komersial, yang secara teoritis memungkinkan untuk mengantongi pendapatan lebih dari Barclays.
Dalam perjalanan ini, nantinya klub mendapatkan kebebasan untuk menerima penawaran komersial mereka sendiri dengan tidak adanya sponsor utama. Klub juga dapat penghasilan jauh lebih besar dari hak siaran TV daripada saat masih terikat dengan Barclays.
Akan tetapi hal tersebut tentu tidak menguntungkan bagi klub kecil yang tidak memilik aset media lebih baik. Perjuang tentu akan lebih dirasakan oleh klub-klub yang belum memilik nilai jual yang tinggi. Apalagi sampai saat ini pemasukan klub cenderung dibanjiri dari hak siar.
Pertempuran dari perubahan bisnis Liga Primer tentu tidak hanya berdampak kepada klub, namun sponsor bisa saja ikut andil melakukan tugas berat pada aktivitas global. Sejauh ini Barclays telah melakukan itu, namun hal tersebut tentu saja menjadi wajar jika mengingatnya sebagai sponsor utama.
Hal tersebut juga dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membangun ekuitas Barclays Premier League. Jika bisnis baru yang diterapkan Liga Primer berjalan baik, musim depan tentu akan banyak uang dari hak siar TV yang mengalir. Namun, hal ini diperkirakan akan melibatkan negosiasi yang kompleks dengan klub dan pihak sponsor.