Peringati Hari Jadi, Bali United Gelar Syukuran Sederhana

Rabu, 17 Februari 2016 13:22 WIB
Editor:
© Ian Setiawan/INDOSPORT
Acara syukuran Bali United, pelatih Bali United, Indra Sjafri (kiri) dan CEO Bali United, Yabes Tanuri (kanan). Copyright: © Ian Setiawan/INDOSPORT
Acara syukuran Bali United, pelatih Bali United, Indra Sjafri (kiri) dan CEO Bali United, Yabes Tanuri (kanan).

Jelang berlaga di BIC, Bali United mengadakan acara sederhana dalam memperingati ulang tahun mereka tahun ini. Seluruh bagian tim, baik dari unsur pemain, pelatih dan manajemen berkumpul di mess tim, dalam acara potong tumpeng di mess Bali United pada Selasa kemarin. 


Acara syukuran Bali United, pelatih Bali United, Indra Sjafri (kiri) dan CEO Bali United, Yabes Tanuri (kanan).

Acara pun berlangsung dengan sederhana namun sangat kekeluargaan. Seluruh pemain dan official sangat antusias mengikuti acara tersebut.

Acara dibuka dengan beberapa sambutan dari manajemen tim, dan dilanjutkan oleh unsur pelatih maupun pemain.

"Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemain, tim pelatih, official dan tim manajemen karena perjuangannya selama setahun ini," tukas Yabes Tanuri.

CEO Bali United itu pun teringat masa-masa awal kepindahan klub berjuluk Serdadu Tridatu yang belum memiliki mess pemain dengan menumpang di salah satu hotel di Kuta untuk sementara waktu.

"Dulu kami masih menumpang di suatu tempat sampai akhirnya kami memiliki tempat tinggal sendiri," Yabes menambahkan. 

Sementara Indra Sjafri dalam sambutannya menuturkan rasa bersyukurnya dapat terlibat langsung dalam proyek jangka panjang tim yang dulunya bernama Putra Samarinda tersebut.

"Saya sangat bahagia berada di Bali United karena rasa kekeluargaan yang begitu besar," kata pelatih yang baru menyelesaikan satu dari lima tahun masa kontraknya di Bali United itu.


Pelatih Bali United, Indra Sjafri

Indra pun melanjutkan, timnya tetap konsisten mengusung misi pembinaan pemain dan belum berpikir mengejar prestasi.

"Saya juga akan tetap menjalankan program tim yang pada tahun kedua fokus pada pematangan tim. Ibarat rumah, kami ingin membangun rumah, bukan membeli rumah," tukasnya.