PSS Sleman menjadi satu-satunya tim peserta BIC yang bukan pengisi kompetisi ISL. Meski hanya berlaga di Divisi Utama, namun tim berjuluk Elang Jawa ini siap membuktikan diri mampu menjadi pesaing hebat bagi tiga tim lainnya.
“Kami siap meladeni permainan klub-klub besar di turnamen ini, seperti Persib Bandung, Bali United juga Arema Cronus,” kata asisten pelatih PSS Sleman, Edy Broto mengatakan.
Edy pun tetap optimis minimal bisa mengimbangi, dan tidak akan gampang memberikan poin kemenangan untuk lawan.

Aksi Pemain PSS Sleman saat bertanding melawan PSIS Semarang
“Kami tahu lawan-lawan kami adalah tim-tim papan atas yang harus diwaspadai, tapi kami yakin sekuat tenaga minimal mengimbangi mereka,” lanjutnya.
Di sisi lain, hadirnya PSS Sleman memang menjadi sesuatu yang berbeda dalam tradisi BIC yang selalu diisi 4 tim ISL. Pada edisi tahun lalu, Bali United dan Arema Cronus bersaing dengan Pelita Bandung Raya dan Persiram Raja Ampat.
Pihak Bali United punya alasan khusus mengenai diundangnya PSS Sleman ke turnamen BIC.
“Satu insiden beberapa waktu lalu membuat gairah sepakbola di Sleman menghilang. Maka dari itu kami putuskan mengundang PSS Sleman berpartisipasi di Bali Island Cup 2016,” Indra Sjafri mengatakan.

Pelatih Bali United, Indra Sjafri
“Masyarakat Indonesia melihat bahwa sepakbola di Sleman masih memiliki gairah. Selamat datang PSS Sleman. Selamat datang juga untuk Arema dan Persib,” imbuhnya.