Pada ajang Bali United Island 2016 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar kemarin, pelatih Persib terlihat merasa kesal dengan beberapa kali protes kepada wasit cadangan, terhadap kepemimpinan M. Syafei. Dejan merasa wasit asal Batam itu tidak layak memimpin pertandingan sekelas turnamen Bali Island Cup yang berskala nasional.
"Tidak hanya satu, tapi banyak keputusan dia yang merugikan tim saya," Dejan mengatakan saat konferensi pers usai pertandingan.
Pelatih kebangsaan Serbia itu pun mencontohkan, beberapa kali pemainnya dilanggar namun dibiarkan. Yang lebih parah adalah keputusan dua kali penalti PSS, yang berhasil dimaksimalkan oleh Dicky Prayoga dan Emile Mbamba.
Dia pun tak puas dengan kepemimpinan wasit, meski akhirnya Persib memenangkan pertandingan melalui empat gol yang dibukukan Rahmat Hidayat, Atep, David Laly dan Samsul Arif.
"Tidak ada pelanggaran di sana. Seharusnya penalti sampai dua kali itu tidak layak diberikan wasit," imbuhnya.
Puncak kekesalannya adalah saat babak pertama usai, Dejan mendatangi wasit ke tengah lapangan dan memprotes segala kebijakannya sepanjang paruh pertama.
"Untuk yang itu, saya minta maaf karena emosi. Kalau pemain bikin salah, pelatih yang hukum kan. Tapi kalau wasit yang salah? Harusnya ada evaluasi lagi," pungkasnya.