Turun sejak menit ke 47, Syakir berperan besar dalam setiap upaya kebangkitan Bali United. Pengganti Hendra Sandi Gunawan itu beberapa kali menunjukkan skill individu maupun kecepatan larinya guna merusak pertahanan Persib.
Mantan andalan Sriwijaya FC di Piala Presiden itu pun setidaknya dua kali memberi ancaman nyata bagi Vladimir Vujovic dkk. Satu tembakan kerasnya juga memaksa I Made Wirawan bekerja keras mengamankan gawang.
"Syakir tampil cukup bagus. Dia cepat, agresif dan mampu menyelesaikan peluang. Itu lah alasan saya merekrutnya," cetus Indra Sjafri.

Syakir Sulaiman saat masih memperkuat Sriwijaya FC.
Pelatih Bali United itu pun senang dengan adaptasi pemain barunya dalam tim. Syakir dengan cepat mampu melebur dengan gaya permainan tim berjuluk Serdadu Tridatu itu dengan skema penyerangan atraktif.
"Dia baru tiga hari gabung di sini. Saya pun tak menyangka Syakir cepat menyatu dengan skema tim ini," imbuhnya.
Seperti halnya I Gede Sukadana, Indra pun berharap Syakir akan menjadi bintang Bali United di masa depan. Kedua pemain baru itu masih diikat kontrak dengan satu tahun.
"Kita ikat dulu satu tahun. Baru kalau bagus, tidak tertutup kemungkinan kita ikat jangka panjang. Semoga Sukadana dan Syakir bisa membantu memberi kontribusi bagi tim," tutupnya.