Meski gagal juara, Bali United masih punya sesuatu yang bisa dibanggakan di Bali Island Cup. Hal ini karena Fadil Sausu dinobatkan menjadi pemain terbaik turnamen dan berhak atas hadiah uang senilai Rp 25 juta.
Pemain bernomor punggung 14 itu memang menjadi satu-satunya pemain di lini tengah Bali United sepanjang BIC. Perannya begitu sentral dalam mengatur ritme permainan secara konsisten, dan kerap memberikan ancaman bagi pertahanan lawan lewat akurasi umpan menuju lini depan.
Di bawah arahan Indra Sjafri, Fadil menjadi andalan di lini tengah bersama Hendra Sandi Gunawan, Zulfiandi maupun I Gede Sukadana. Ia pun dipilih sebagai kapten tim, karena dinilai punya jiwa kepemimpinan yang baik ketika berada di lapangan.
Fadil sendiri mengaku kaget dan tak menyangka dipilih sebagai pemain terbaik.

Fadil Sausu berperan penting dalam mengatur ritme permainan Bali United.
"Saya tidak menyangka dapat gelar ini. Tapi, bagaimana pun juga, prestasi ini patut disyukuri," tutur eks punggawa Mitra Kukar itu saat ditemui INDOSPORT.
Pemain alumni PON Kaltim itu melanjutkan, dia sebenarnya tidak menyangka masuk dalam nominasi pemain terbaik. Baginya, yang terpenting adalah bermain secara maksimal di setiap pertandingan Bali United.
"Itu pasti saya lakukan. Yang lebih penting adalah konsisten dan memberi kontribusi kepada tim," imbuhnya.