Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) masih akan mengkaji rencana pencabutan Surat Pembekuan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Namun Presiden Joko Widodo mewanti-wanti agar PSSI memenuhi sejumlah prasyarat sebelum kembali diaktifkan.
"Prasyarat yang diminta Presiden adalah reformasi harus ditegakkan. Presiden betul-betul menekankan hal ini," kata Menpora, Imam Nahrawi
Menurutnya, reformasi harus dijalan dengan akuntabilitas yang baik. Untuk memudahkan koordinasi dalam rangka reformasi tersebut, pemerintah juga ingin berada dalam dalam struktur PSSI.
"Dan yang paling penting tadi Presiden menegaskan harus ada akuntabilitas, harus ada laporan yang riil kepada masyarakat sehingga mereka tidak disuguhi hiburan tapi juga mereka belajar bahwa ini adalah industri besar yang harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat itu sendiri," kata Imam menjelaskan.

PSSI dibekukan sejak April 2015 lalu.
Presiden Jokowi, lanjut dia, memberinya waktu 1-2 hari ke depan untuk segera mengumumkan keputusan nasib PSSI secara resmi. Sebelum itu, Kemenpora diberi kesempatan untuk mengkaji dari aspek hukum dan aspek politis termasuk kesepakatan-kesepakatan yang dulu pernah disampaikan oleh FIFA kepada Presiden Jokowi.
Imam juga menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin sanksi tersebut terus berlanjut. "Kita ingin punya waktu yang panjang untuk menyiapkan Tim Indonesia berlaga di SEA Games maupun ASEAN Games," katanya.