Sepakbola dan Kutukan Leonardo DiCaprio

Selasa, 1 Maret 2016 17:20 WIB
Editor: Yohanes Ishak
 Copyright:
Liga Champions

Sejak era Liga Champions dimulai pada tahun 1992 silam atau tepatnya kurang lebih 24 tahun yang lalu, belum ada klub sepakbola satu pun yang mampu mempertahankan trofi kebanggaan klub-klub elit Eropa tersebut selama dua kali secara berturut.

Salah satu klub yang paling mendekati adalah, AC Milan saat mereka berhasil menjuarai Liga Champions di musim 1993/94, satu musim setelahnya mereka berhasil kembali ke partai puncak.

Namun klub berjuluk Rossoneri tersebut justru harus takluk dengan skor tipis 0-1 dari wakil Belanda, Ajax Amsterdam, yang ironisnya sang pencetak gol merupakan mantan penggawa mereka, Frank Rijkaard.

Kutukan untuk mempertahankan gelar juara juga dirasakan sendiri oleh Ajax. Musim 1994/95, atau satu musim setelah mereka jadi juara, Ajax harus takluk 2-4 dari Juventus di laga final dalam drama adu penalti.

Kutukan Liga Champions terakhir dirasakan oleh  Manchester United, di mana mereka berhasil meraih gelar Liga Champions di musim 2007/08, namun semusim kemudian The Red Devils harus takluk dari raksasa Spanyol, Barcelona.

Namun tahun ini, Barcelona nampaknya dapat menggugurkan kutukan Liga Champions.

Messi dkk berpotensi mempertahankan gelar musim 2015-16, setelah mereka berhasil meraih gelar ini musim lalu.  

Dapatkah mereka menjadikan Leonardo DiCaprio sebagai motivasi untuk memecahkan kutukan itu dengan mempertahankan gelar tersebut? Kita lihat saja nanti.