Terhentinya denyut nadi sepakbola di Jatim ternyata menarik perhatian Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji. Apalagi, ketika dia mengetahui sejumlah agenda resmi Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jatim turut mandeg. Padahal, PSSI Jatim memiliki tugas melakukan pembinaan usia muda dan jenjang kompetisi amatir.
"Saya prihatin karena di Jatim tidak ada turnamen sepakbola dari berbagai jenjang. Sejak saya memimpin di Jatim, belum lihat pertandingan antar klub-klub disini. Padahal, Jatim punya banyak klub dari level Indonesia Super League (ISL) dan Divisi Utama," jelas Anton usai menggelar Forum Silaturahmi Pecinta Sepakbola di Wilayah Jatim di Gedung Mahameru Mapolda Jatim, Jl. A. Yani Surabaya.

Acara Forum Silaturahmi Pecinta Sepak Bola di Wilayah Jawa Timur.
Peraih penghargaan Adhi Makayasa 1983 ini juga berharap sejumlah agenda PSSI Jatim pada 2016 ini bisa kembali berjalan. Karena sepanjang 2015 lalu, sejumlah agenda PSSI Jatim harus dibatalkan. Saat itu, gagalnya agenda PSSI Jatim digelar lantaran konflik yang terjadi antara Kemenpora dengan PSSI Pusat. Sebab, pihak Kemenpora sempat mengeluarkan edaran kepada Mabes Polri untuk melarang pelaksanaan turnamen sepakbola pada jenjang apapun.
Program PSSI Jatim yang batal diantaranya adalah turnamen Piala Gubernur Jatim. Padahal, turnamen ini digeber untuk para pemain kelompok umur (KU) 15, 17 dan 19 tahun. Andai turnamen ini bisa bergulir sesuai jadwal, PSSI Jatim kini telah memiliki kerangka tim untuk PON Remaja dan PON 2020 mendatang. Termasuk batal pelaksanaan Pra-PON sepakbola di Jatim, November 2015 lalu.

Acara Forum Silaturahmi Pecinta Sepak Bola di Wilayah Jawa Timur.
"Saya siap mendukung program PSSI Jatim maupun turnamen demi kemajuan sepakbola Jatim, khususnya, dan sepakbola nasional. Bahkan, kalau perlu, Kapolres yang menghalangi perhelatan sepakbola mulai jenjang atau level apapun di wilayah Jatim akan saya pecat," tegas Anton.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Asprov PSSI Jatim Wardi Azhari Siagian menyambut positif dukungan dari Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji. Menurut pria bertubuh tambun ini, sepakbola Jatim bisa kembali menjadi barometer di Tanah Air.
"Kami tentu berterima kasih dengan adanya dukungan ini. Kami siap kembali menggelar agenda sepakbola di wilayah Jatim," terangnya.