Perempuan di Sepakbola, antara Kesetaraan dan Ancaman Budaya Seksisme

Selasa, 8 Maret 2016 20:06 WIB
Editor: Ramadhan
 Copyright:
Kampanye Perangi Seksisme

Woman in Football juga merilis bahwa 25 persen wanita yang bekerja di sepakbola pernah diintimidasi aksi bullying.

Menanggapi hal ini, Direktur perempuan etnis minoritas pertama FA, Dame Heather Rabbatts mengatakan, “Survei seperti ini adalah indikator yang baik dari mana industri ini pada beberapa isu kritis dan insiden bullying, seksisme dan pelecehan seksual, harus ditangani kapanpun dan dimanapun saat mereka muncul dalam olahraga ini.”

“Saya tahu bahwa pengalaman dari banyak perempuan di sepakbola menunjukkan banyak hal positif. Ada lebih banyak perempuan yang terlibat daripada sebelumnya. Mereka bekerja dan memberikan kontribusi yang fantastis untuk sepakbola, baik di dalam dan luar lapangan," ujarnya.

Anggota Komite Eksekutif FIFA, Moya Dodd juga mengatakan bahwa hasil Hasil survei Women In Football menunjukkan betapa sepakbola dunia membutuhkan reformasi kesetaraan gender seperti yang telah ditetapkan oleh FIFA.

“Aturan (FIFA) tersebut perlu ditegakkan dan dipegang, untuk menantang budaya seksisme dalam permainan sepakbola," tegas ia.  

134