Skuad Arema Cronus merasa ada yang salah dalam regulasi turnamen PGK. Meski meraih 4 poin dari sekali menang dan seri, namun Singo Edan gagal melaju ke final karena kalah dalam adu penalti lawan Madura United.
Seperti halnya pelatih Arema Milomir Seslija, Hamka Hamzah pun merasa aneh dengan regulasi yang dibuat panitia. MU yang juga mengoleksi 4 poin dari dua kali kemenangan adu penalti, malah dinyatakan lolos.
"Regulasi ini kan lucu. Kita berjuang untuk menang di waktu normal, tapi gagal ke final hanya karena kalah penalti," ujar Kapten Arema Cronus tersebut.
Eks pemain Persik Kediri itu pun mengaku timnya yang lolos ke final, karena merasa sudah memenangkan pertandingan, sedangkan Madura United hanya bermain seri.

Arema Cronus tersisih di Piala Gubernur Kaltim.
"Tahu begitu, lebih baik kita bertahan total saja untul tunggu adu penalti. Ini tidak fair, karena kemenangan kami di waktu normal terasa sia-sia," Hamka menambahkan.
Dirinya pun membandingkan jika Arema Cronus bertemu dengan lawan yang jauh berada di level bawah. Main bertahan dan mengincar adu penalti, sudah cukup bagi sebuah tim untuk mengalahkan Arema.
"Jika peraturan seperti ini, tim dari Divisi Dua pun bisa mengalahkan kami. Mereka tak perlu kerja keras dalam waktu normal untuk menang, tapi cukup tampil total di adu penalti," pungkasnya.