Pria asal Austria itu merasa jika Bundesliga terlalu sering didominasi oleh Bayern Munchen. Kekuatan yang tidak seimbang antar kontestan menyebabkan peluang Die Roten selalu besar setiap musim baru mau dimulai.
“Jujur, saya merasa Bundesliga membosankan. Bayern [Munchen] pasti punya peluang 95 persen menang. Di Inggris, level permainannya lebih tinggi. Semua tim di sini bisa saling mengalahkan,” kata Fuchs seperti dilansir Bild.
Selain karena faktor ketimpangan antar tim,pemain yang pernah memperkuat Schalke 04 itu menganggap gaya permainan dan kerasnya pertandingan menjadi nilai tambah.
“Alur bola lebih mengalir deras di Inggris. Ini sungguh menarik. Saya menikmati seluruh luka memar [karena permainan fisik di EPL] yang saya dapatkan di setiap pekannya,” imbuh bek 29 tahun itu.
“Ini semua adalah buah kerja keras. Setiap pemain bertarung dan berlari, tidak ada rasa cemburu. Kami hanya bertanding, bersenang-senang, dan menang. Ini membuat saya bangga, tetapi tidak sepenuhnya mengejutkan. Saya sudah memprediksi potensi klub ini saat kamp latihan musim panas lalu. Sungguh menyenangkan bisa bermain di klub ini,” tandasnya penuh percaya diri.
Fuchs merupakan pemain yang bergabung dengan Leicester di awal musim ini. Selama dilatih Claudio Ranieri, dia selalu menjadi pilihan utama.