Madura United menilai klub-klub di Tanah Air membutuhkan kepastian soal kompetisi. Karena itu, mereka tidak mempermasahlkan putusan dari Exco PSSI.
"Ya, kan bagus (keputusan Exco PSSI, red). Bagi klub, mau ISC atau ISL yang penting kompetisi. Karena klub didirikan untuk ikut kompetisi," jelas manajer Madura United Haruna Soemitro kepada INDOSPORT, Rabu (16/03/16).
Haruna menyatakan belum mengetahui bagaimana sikap klub-klub lain. Sekedar diketahui, terdapat beberapa klub yang keberatan jika ISL bergulir menggantikan ISC. Klub-klub berdalih persiapan terlalu mepet jika menggelar kompetisi karena kick off ISL, 19 April, merupakan jadwal ISC.
"Ya saya tidak tahu sikap klub-klub lain soal memilih ISC atau ISL. Setelah turnamen Piala Gubernur Kaltim 2016 kemarin saya belum berkomunikasi dengan klub-klub lain," akunya.

Skuad Madura United dalam salah satu kesempatan latihan.
"Tapi, sudah ada kesepakatan dalam club owners meeting bahwa jika sebelum kick off ISC pembekuan PSSI dicabut, maka otomatis ISC menjadi ISL. Tetapi, jika ISC sudah berlangsung dan di tengah jalan pembekuan PSSI dicabut, maka yang jalan tetap format ISC," terang mantan Ketua Pengprov PSSI Jatim ini.
"Madura United pada prinsipnya siap mengikuti keputusan Exco PSSI. Kami secepatnya segera bersiap pasca Piala Gubernur Kaltim"tutupnya.