Menurut dia, permainan yang ditampilkan para pemainnya tidak sesuai dengan apa yang diperintahkan yakni dari kaki ke kaki. Sebaliknya long passing kerap dilakukan sehingga serangan pun selalu dipatahkan barisan pertahanan lawan.
"25 menit pertama bagus sekali ada empat kesempatan (cetak gol). Tapi setelah gol, pemain beban dan nervous. Babak kedua banyak long pass yang saya tidak minta banyak dari mereka (pemain). Mereka terlalu cepat mau selesai dan banyak kesempatan hilang," kata Dejan seusai pertandingan.
Untuk itu, pelatih asal Serbia ini berharap di laga selanjutnya segala kesalahan tidak dilakukan. Hasil imbang di laga perdana ini harus dijadikan pelajaran berharga untuk bisa menjadi lebih baik di pertandingan selanjutnya.
"Menang kalah tidak apa-apa. Kita harus belajar dari pertandingan kali ini. Dan kita siapkan untuk game kedua (lawan PBFC)," katanya.
Terkait mengenai keputusan wasit Handi Kristanto yang memberikan satu kartu merah kepada salah satu pemainnya M Agung Pribadi di pertengahan babak kedua, Dejan ogah mengomentarinya.
"Saya tidak tahu itu (kartu merah) karena terlalu jauh. Tapi seharusnya dikasih dua kartu, tapi ini langsung kartu merah. Selain itu menit terakhir juga harusnya kasih free kick tapi wasit bilang itu hanya main-main. Saya tidak mau komentar soal wasit. Karena sudah biasa di Indonesia seperti itu," tegasnya.