Piala Bhayangkara 2016

Arema Krisis Bek Tengah Hadapi PS Polri

Selasa, 22 Maret 2016 20:49 WIB
Editor: Ramadhan
© Ian Setiawan/INDOSPORT
Hamka Hamzah pemain Arema Cronus. Copyright: © Ian Setiawan/INDOSPORT
Hamka Hamzah pemain Arema Cronus.

Melawan PS Polri besok sore, Arema Cronus mesti bermain tanpa bek tangguhnya Hamka Hamzah. Pemain kelahiran Makassar itu harus duduk di tribun penonton karena menjalani suspensi satu pertandingan akibat terkena kartu merah langsung saat mengalahkan Bali United (19/03/16) lalu.

“Ini menjadi masalah terbesar bagi saya. Sekarang, tim ini hanya punya dua bek tengah dan tidak ada pelapisnya,” tutur Milomir Seslija.

Arsitek Arema Cronus itu mau tak mau mesti mengandalkan duet Goran Gancev dan Ryuji Utomo yang akan turun untuk pertama kalinya di musim ini. Namun, jika salah satu bek andalan Singo Edan itu terganggu di tengah pertandingan, Milo pusing dengan pemain yang bisa melapisnya.

Selama ini, dalam kondisi darurat dua pemain tengah bisa mengisi sektor pertahanan. Raphael Maitimo dan Juan Revi beberapa kali pernah bermain di posisi pertahanan.


Pemain bertahan andalan Arema Cronus, Hamka Hamzah

“Tapi tentu tak akan maksimal karena posisi asli mereka di lini tengah. Sudah lah, kita jalani saja game sulit melawan tim polisi,” imbuhnya.

Terkait kekuatan tim pemuncak klasemen Grup B itu, Milo mengaku hanya sedikit tahu. Pasalnya, beberapa pemain pernah dilihatnya saat bermain bersama klub asalnya di Piala Gubernur Kaltim lalu.


Bek muda Arema Cronus, Ryuji Utomo saat melakukan pemanasan jelang laga Piala Bhayangkara 2016

Seperti Fabiano Beltrame dan Herry Prasetyo yang mampu membawa Madura United sampai ke final Piala Gubernur Kaltim. Begitu juga dengan I Putu Gede, Zulfiandi dan Ilham Udin yang sempat bertemu Arema saat membela Bali United di turnamen Bali Island Cup.

“Sedikit tahu soal beberapa pemain saja. Kita sudah siapkan strategi khusus. Yang jelas, setiap pertandingan Arema ingin menang,” tandas pelatih kebangsaan Bosnia-Herzegovina tersebut.

44